TARAKAN - Sekolah via daring yang dilakukan sejak pandemi Covid-19 masuk ke Indonesia, membuat kalangan akademisi meyakini jika nasib anak usia belajar di Indonesia telah terdampak learning loss.

Learning loss (kehilangan pembelajaran) adalah kondisi hilangnya sebagian kecil atau sebagian besar pengetahuan dan keterampilan dalam perkembangan akademis yang biasanya diakibatkan oleh terhentinya proses pembelajaran dalam dunia pendidikan. Learning loss menurut The Glossary of Education Reform diartikan sebagai kehilangan atau keterbatasan pengetahuan dan kemampuan yang merujuk pada progres akademis, umumnya terjadi karena kesenjangan yang berkepanjangan atau diskontinuitas dalam pendidikan.

Akademisi sekaligus pengamat pendidikan Dr. Suyadi M.Ed berpandangan, saat ini pemerintah dihadapkan pada hal dilematis dalam menentukan sikap kepada daerah yang masih berstatus PPKM Level 4. Namun, pemerintah pusat juga tidak ingin gegabah dengan segera melaksanakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM), mengingat risiko penularan Covid-19 yang besar. Namun menurutnya, jika pembelajaran via daring terus dilakukan maka dampak Learning Loss yang telah menimpa anak Indonesia akan bertambah parah.

"Sebenarnya pemerintah di posisi serba salah juga, sementara harus mencegah penularan Covid-19 dan menghindari dampak learning loss pada anak. Saat ini anak-anak (siswa) sudah terdampak learning loss dengan belajar daring dalam kurun waktu yang panjang," ujarnya, Minggu (17/10).(*/zac/ana)

Berita selengkapnya baca koran Radar Tarakan edisi Senin (18/10)