TARAKAN- Kunjungan Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo menjadi kesempatan bagi Ketua DPRD Kalimantan Utara, Norhayati Andris untuk mengungkapkan aspirasi masyarakat Kalimantan Utara. Dalam hal ini, pembangunan Ground Breaking PLTA Sungai Kayan, KIPI dan DOB menjadi tiga permasalahan krusial yang terus didesak masyarakat agar dapat dituntaskan Presiden.

Kepada Radar Tarakan, Ketua DPRD Kalimantan Utara, Norhayati Andris mengatakan bahwa pihaknya sangat berharap agar PLTA Sungai Kayan dapat terus berjalan. Permasalahan perizinan untuk membangun PLTA ini masih menjadi kendala bagi pihaknya, sehingga dalam hal ini ia menginginkan agar Pemerintah Pusat dapat turun tangan agar hal ini tidak menjadi sebuah harapan sia-sia bagi masyarakat.

“Yang utama itu PLTA Sungai Kayan. Lama sekali sudah kita menunggu dan ini sudah menjadi prioritas utama Mega Proyek yang ada di Indonesia. Mohon kepada pemerintah untuk melancarkan apa yang belum, mohon dibantu,” ungkap politisi PDIP ini.

Selain itu, pembangunan Kawasan Industri dan Pelabuhan Internasional (KIPI) Kalimantan Utara agar dapat ditindaklanjuti pemerintah pusat. Tak hanya itu, soal Daerah Otonomi Baru (DOB) Kaltara juga menjadi salah satu persoalan yang urgent.  (shy)

Selengkapnya baca SKH Radar Tarakan edisi Selasa besok, (19/10)