NUNUKAN – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Nunukan mengklaim pelajar sekolah menengah pertama (SMP) sederajat yang telah divaksinasi di Nunukan 85 persen dari target sasaran. Kepala Disdikbud Nunukan, H. Junaidi menyampaikan, capaian vaksinasi sebesar 85 persen ini merupakan vaksin dosis I. Vaksinasi dosis II baru dimulai pada Senin (18/10). “Pertama itu dilakukan di SMPN 1 Nunukan kemudian berlanjut ke sejumlah sekolah. Selanjutnya pelajar di Sebatik dan akan bergeser ke wilayah III (bagian Nunukan di Pulau Kalimantan),” ucap H. Junaidi, Selasa (19/10).

Dijelaskan, cakupan vaksinasi untuk pelajar sekolah menengah pertama (SMP) dan sederajat belum mencapai 100 persen dikarenakan adanya orang tua pelajar yang tidak memberikan izin agar anaknya divaksin. Karena itu, pihaknya tidak tinggal diam terus memberikan edukasi kepada orang tua agar anak tetap divaksin. “Tetapi kami tetap memberikan edukasi dan pemahaman agar anak dapat divaksin,” ungkapnya.

Cakupan vaksinasi khusus pelajar SMP dan sederajat ini dosis pertama sudah mencapai 80 persen. Saat ini semua sekolah di Kabupaten Nunukan telah melaksanakan kegiatan pembelajaran tatap muka (PTM). Pelaksanaan PTM ini tetap mengacu pada protokol kesehatan (prokes). “Ya PTS sudah berlangsung. Hari ini (kemarin) juga mulai, baik SD (sekolah dasar) dan SMP sederajat. Dan harus mengikuti prokes ketat,” ungkapnya.

Lebih lanjut disampaikan, sejak dilakukan vaksinasi khusus pelajar tidak ditemukan adanya kasus Covid-19 terhadap pelajar. Untuk itu pihaknya menegaskan bahwa pelaksanaan prokes di sekolah tidak boleh lengah sedikit pun. “Sejak PTM, Alhamdulillah belum ada informasi adanya pelajar tetpapar Covid-19. Baik SD maupun SMP. Kita bersyukur, kita harus mengikuti prokes. Dan dampak dari pemberian vaksin khusus pelajar ini sangat positif, sebab di Kaltara yang berada di level 2 hanya Nunukan,” kisahnya.

Untuk diketahui, berdasarkan data Dinkes Nunukan capaian vaksinasi untuk remaja targetnya sebanyak 20.295 jiwa. Penerima dosis I sebanyak 11.288 jiwa atau 55,62 persen. Serta, dosis II sebanyak 35.169 jiwa atau 19,23 persen. (akz/lim)

Baca berita lainnya di Radar Tarakan edisi Kamis 21 Oktober 2021