NUNUKAN - Masyarakat Nunukan sempat dihebohkan dengan beredarnya isu pemerintah Malaysia kembali membuka kembali jalur pelajaran di Tawau, Sabah, Malaysia dan menerima pelayaran dari Nunukan.

Bahkan, isu itu lebih diperkuat dengan beredarnya selebaran pemberitahuan dari Kerajaan Negeri Sabah yang sudah kembali mengizinkan pelancong datang meski dengan syarat protokol kesehatan secara ketat.

Merespons hal itu, Pejabat Fungsi Penerangan Sosial dan Budaya Konsulat Republik Indonesia (KRI) Tawau, Emir Faisal menegaskan, masyarakat diduga salah memahami informasi dalam selebaran pemberitahuan yang dikeluarkan kerajaan negeri sabah.

“Sebenarnya itu untuk pergerakan antardaerah dan provinsi dalam negeri saja yang diperbolehkan. Bukan untuk internasional atau luar negeri,” jelas Emir ketika dikonfirmasi, Rabu (20/10).

Hingga saat ini, Malaysia masih memberlakukan lockdown. Bagi warga negara asing (WNA), memang ada yang diperbolehkan masuk ke Malaysia. Di Sabah, aturan itu diberlakukan sangat ketat.

Misalnya, salah satu kategori WNA yang bisa masuk ke Sabah, adalah pasangan suami-istri yang memang memiliki izin tetap tinggal di Malaysia, selain daripada itu, tidak akan diperbolehkan masuk. Sejauh ini, atas pemberlakukan lockdown, jalur laut seluruhnya masih ditutup, tanpa terkecuali jalur udara. Itu juga, tidak melalui Sabah, melainkan Kuala Lumpur.

“Pelabuhan semua masih ditutup, kalau SOP-nya, yang mau masuk harus lewat jalur udara, via pesawat di Kuala Lumpur, hanya untuk kategori WNA yang punya izin tinggal di Malaysia. Selain itu, belum boleh,” tambah Emir.

Meski begitu, pemerintah Tawau memberikan kebijakan membuka sementara pelabuhan Tawau, hanya untuk melakukan deportasi PMI ke Indonesia. Dengan segala prosedurnya, PMI diberikan kebijakan dibukanya pintu jalur laut untuk kepulangan ke Indonesia. “Itu juga untuk PMI atau WNI stranded saja, belum ada kebijakan otoritas Malaysia yang membuka pelabuhan Tawau untuk umum sejak Malaysia masih memberlakukan lockdown,” beber Emir. (raw/lim)

 

Baca berita lainnya di Radar Tarakan edisi Jumat 22 Oktober 2021