TARAKAN - Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Tarakan intens memantau aktivitas dan keberadaan organisasi masyarakat (ormas) di Kota Tarakan. Kesbangpol melaporkan masih terdapat banyak ormas yang belum memperbarui surat keterangan terdaftar (SKT) tahunan kepada Kesbangpol.

Kepala Kesbangpol Tarakan, Muhammad Haris menyampaikan jika saat ini sedikit 151 ormas, yang terdiri dari LSM, LBH, lembaga sosial dan paguyuban terdaftar di Kesbangpol Tarakan. Hanya, hampir setengah dari jumlah tersebut belum melaporkan kegiatannya.

"Saat ini ormas, paguyuban dan LSM yang terdaftar di kami (Kesbangpol) berjumlah 151. Cukup banyak yang belum melapor. Sehingga kami menunggu laporan dari ormas yang merasa belum melapor sebagai kewajiban ormas," ujarnya, Jumat (19/11).

Ia menerangkan, setiap tahunnya selalu ada ormas baru dan ormas yang dinyatakan sudah tidak aktif. Sehingga, jika dalam beberapa tahun terdapat ormas tidak melaporkan kegiatannya maka ormas tersebut berpotensi dianggap tidak aktif.

"Setiap tahun selalu ada ormas baru yang mengajukan pendaftaran. Rata-ratanya setiap tahun sekitar 20 ormas, paguyuban, bidang sosial dan lingkungan. Biasanya menjamurnya ormas karena situasi politik. Biasanya menjelang pilkada itu ada ormas baru bermunculan," tukasnya. (*/zac/lim)

 

Baca berita lainnya di Radar Tarakan edisi Sabtu 20 November 2021