Penutupan jalan mobil truk batu bara PT. BDMS MA oleh masyarakat Desa Sempayang pada Senin (20/6), kini telah mendapat titik temu. Sehingga tak membutuhkan waktu lama, jalan pun telah dibuka kembali oleh masyatakat.

Kepala Desa Sempayang, Aprem mengatakan aksi yang dilakukan masyarakatnya dengan menutup jalan houling mengingatkan kesepakatan yang sudah disetujui antara desa dengan pihak perusahaan.

“Aksi kita kemarin itu hanya mau silaturahmi dengan pihak perusahaan. Untuk menyenggarkan kesepakatan yang sudah disepakati antara desa dengan perusahaan,” kata Aprem. 

Aprem menambahkan dalam pertemuan yang dilakukan masyarakat Desa Sempayang dengan pihak perusahaan PT. BDMS MA, masyarakat mengingatkan sekaligus menuntut sebanyak 4 tuntutan.

Tuntutan masyarakat Desa Sempayang, yakni meminta pihak perusahaan melakukan perawatan jalan dalam desa, program wajib CSR (corporate social responsibility) tiap tahun yang programnya akan diusulkan pihak desa, perawatan dan penyiraman jalan tani, dan pengaspalan jalan simpang 6 Desa Sempayang yang juga merupakan lintasan perusahaan.

“Kemarin pihak perusahaan sangat mengiyakan. Jadi karena semuanya sudah klir, makanya kita buka kembali jalan,” tambah Aprem (*)